Postingan Perdana
Maksudnya, mereka tidak bisa menjamin bahwa website atau konten yang mereka buat bisa masuk ke halaman 1 di Google.
Atau bahkan jadi peringkat 1.
Walaupun katanya kontennya sudah berkualitas.
Lalu di sisi lain ada konten yang jelek, tidak berkualitas, tapi bisa di peringkat 1 mengalahkan website-website yang lebih bagus.
Gara-gara ini, banyak yang menganggap SEO itu untung-untungan.
Tapi tidak benar.
Ada cara yang bisa kita lakukan untuk menjamin 100% keyword yang kita incar masuk ke halaman 1, bahkan jadi peringkat 1.
Saya akan buka semua rahasianya.
Ada cara supaya kita bisa PASTI masuk halaman 1, ini beberapa studi kasusnya…
Di blog dan forum tentang IM, saya sering lihat orang-orang menjual ebook atau jasa SEO yang katanya bisa “memaksa” Google supaya kita jadi peringkat 1.
Seakan-akan website kita bisa jadi peringkat 1 dalam sekejap.
Biasanya bohongan…
…kebanyakan isinya cuma teknik SEO dasar atau teknik black hat yang resikonya tinggi.
Tapi sebetulnya ada. Ada cara yang bisa kita lakukan untuk pasti masuk ke halaman 1 Google. Saya tidak bilang mudah, tapi bisa.
Ini peringkat beberapa konten di PanduanIM:
Peringkat 1 untuk keyword “peluang usaha” dengan volume pencarian lebih dari 60 ribu. Artikel ini juga mendapatkan peringkat 1-2 untuk keyword “peluang bisnis” (20 ribu).
Peringkat 1 peluang usaha
Peringkat 1 untuk keyword “belajar SEO” dengan volume pencarian lebih dari 3000. Bersaing dengan orang-orang yang ahli mengenai SEO.
Peringkat 1 belajar SEO
Peringkat 2 untuk keyword “bisnis online” dengan volume pencarian lebih dari 60 ribu.
Peringkat 2 bisnis online
Peringkat 2 untuk keyword “cara membuat blog” dengan volume pencarian lebih dari 100 ribu.
Peringkat 2 cara membuat blog
Di komputer anda mungkin posisinya berbeda 1-3 peringkat, karena tiap komputer berbeda-beda
Masih ada lagi sebetulnya, tapi di atas ini merupakan beberapa yang persaingan dan volume pencariannya cukup tinggi.
Ada 3 hal yang perlu saya beritahu:
Saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk menggunakan jasa SEO, backlink, kontes SEO, dsb. Semuanya dilakukan sendiri
Saya tidak menggunakan teknik black hat seperti membuat PBN, blog zombie, dan/atau software pembuat backlink
Sampai masuk ke halaman 1, konten-konten di atas membutuhkan waktu antara 2-5 bulan
Intinya, cara ini 100% aman dari penalti…
…dan bisa dilakukan oleh semua orang.
Saya tidak bilang bahwa cara ini sangat mudah, tapi saya yakin ini bisa dilakukan oleh semua orang kalau mereka mau sedikit berusaha.
Mari kita mulai.
1. Cari tahu jenis konten yang dibutuhkan untuk keyword yang anda pilih
Konten itu bukan cuma artikel, ya kan?
Tapi karena artikel itu jenis konten yang paling mudah, biasanya orang-orang selalu membuat konten dalam bentuk artikel untuk keyword apapun.
Ini yang bahaya.
Google tahu konten apa yang dibutuhkan untuk sebuah keyword.
Kalau misalnya dalam suatu keyword ternyata yang dibutuhkan itu konten berupa halaman produk, video, atau tool, maka konten artikel tidak akan bisa mendapatkan rangking 1.
Meskipun kualitas artikelnya tinggi.
Ini sudah dibahas lebih lanjut dalam panduan memahami search intent. Kalau anda belum baca, saya sarankan baca sekarang juga.
Sederhananya seperti ini:
Contoh, keywordnya “beli laptop asus”
Orang yang menggunakan keyword tersebut pasti ingin membeli laptop dengan merek Asus, bukan ingin mencari artikel yang berisi panduan membeli laptop.
Maka ini termasuk keyword jenis transactional.
Sehingga, hasil pencarian dengan keyword tersebut pasti berupa halaman produk dari toko online.
Lihat saja:
Hasil pencarian beli laptop asus
Tidak ada satupun yang berupa artikel. Hampir semuanya halaman produk atau halaman kategori dari toko online.
Contoh lainnya, keyword “promo tiket pesawat”
Ini hasil pencariannya:
Bukan artikel
Sama, tidak ada satupun yang berupa artikel.
Jadi kalau anda membuat artikel yang berisi promo tiket pesawat, tidak akan pernah masuk halaman 1.
Maka dari itu, jangan sampai salah buat konten.
Sebelum membuat konten, pastikan dulu jenis konten apa yang dibutuhkan untuk keyword yang diincar
CLICK TO TWEET
Kalau website anda berupa ecommerce/toko online…
Tambahan 1 hal, kalau anda pemilik toko online.
Biasanya toko online mengincar keyword-keyword dengan intent transactional (beli laptop, beli baju batik, dll.) seperti contoh pertama tadi.
Pemilik toko online biasanya ingin supaya halaman produknya yang masuk ke peringkat 1.
Tapi ada 1 masalah:
Keyword transactional biasanya sudah dipenuhi oleh ecommerce dan marketplace raksasa seperti Lazada, BukaLapak, Tokopedia, Bhinneka dll.
Persaingan toko online
Saingannya berat, apalagi untuk produk yang umum.
Nah, kalau toko online anda hanya mengincar keyword-keyword transactional maka akan sangat sulit untuk bisa masuk ke halaman 1.
Apalagi kalau anda tidak ingin mengeluarkan biaya promosi seperti para raksasa ini.
Maka dari itu, ini saran saya:
Buatlah konten yang bersifat informasi dan isinya sesuai dengan produk/jasa yang anda jual.
Bisa dalam bentuk artikel, video, atau konten lainnya.
Pokoknya supaya website anda bernilai.
Ini karena konten informasi itu bisa dishare melalui social media, forum, atau blog milik orang lain, sedangkan halaman produk sangat jarang.
Karena website kita bernilai dan sering dishare, maka Google akan menganggap website kita reputasinya bagus.
Setelah itu, peringkat halaman produk juga akan ikut naik.
Ada manfaat lainnya: konten juga bisa membantu meningkatkan penjualan.
2. Pahami faktor yang mempengaruhi peringkat di Google
Yang sudah kenal dengan SEO pasti langsung jawab: “Backlink”.
Memang betul, backlink memang faktor utamanya…
…tapi tidak sesederhana itu.
Backlink memang bisa mempengaruhi peringkat website, tapi TIDAK SEMUA backlink bisa mempengaruhi peringkat. Bahkan kalau salah justru pengaruhnya negatif.
Backlink itu tidak sama semua.
Jenisnya berbeda-beda, kualitasnya juga berbeda-beda.
Sebelum itu, mari kita bahas dulu faktor-faktor apa saja yang tidak berpengaruh dan bisa berdampak negatif. Supaya anda tidak salah langkah.
Ini yang tidak berpengaruh dan bahkan bisa berdampak negatif:
Menggunakan bold/italic/underline di keyword
Menulis keyword beberapa kali di konten
Banyak heading (H1, H2, H3,…) yang mengandung keyword
Share konten otomatis ke social media
Memasang backlink di komentar blog, social bookmarking, guest book, dan sejenisnya
Membuat backlink dari web 2.0, Private Blog Network (PBN), dan blog zombie
Saya sering mendapat pertanyaan dari pembaca, keywordnya harus muncul berapa kali di 1 halaman… headingnya harus berisi berapa keyword… harus ada berapa internal link…
…jangan terlalu pusing dengan itu, tidak terlalu berpengaruh.
Mengenai backlink, jenis yang nomor 5 sekarang sudah tidak berpengaruh sedangkan nomor 6 bisa berpotensi menyebabkan penalti.
Lebih lanjut mengenai backlink bisa dibaca di artikel ini.
Itu yang kurang bagus…sekarang mari kita bahas yang bagus.
Keyword di URL & judul halaman
Ada on-page SEO, ada off-page SEO. Untuk on-page SEO (selain keyword research dan pembuatan konten), sebetulnya tidak banyak yang perlu kita lakukan.
Fokus di 2 hal ini saja.
Lokasi keyword di halaman website
Jadi kalau keyword yang anda pilih misalnya “belajar presentasi”, maka sertakan keyword tersebut di dalam judul halaman dan di URL-nya.
Jangan terlalu banyak buang-buang waktu di on-page SEO, apalagi kalau website anda bentuknya sederhana (blog misalnya).
Backlink kontekstual dan editorial dari website dengan reputasi tinggi
Waduh istilahnya bikin pusing.
0 Response to "Postingan Perdana"
Post a Comment